Ternyata Harapan Itu Masih Ada..

Beberapa bulan terakhir saya begitu “kecanduan” dengan tulisan pak Dahlan Iskan. Saya kenal beliau pertama dari tulisan-tulisan beliau yang dimuat salah satu penggemarnya di blog http://dahlaniskan.wordpress.com. Kala itu beliau masih menjabat sebagai Dirut PLN. Kini beliau telah setingkat lebih tinggi di pemerintahan, karena sejak 19 Oktober 2011 lalu beliau diangkat menjadi menteri BUMN oleh presiden SBY menggantikan Mustafa Abubakar yang menderita sakit.

Satu demi satu buku beliau saya buru. Maklum, pada umumnya buku-buku tersebut dijual terbatas. Hingga saat ini, telah 7 buku beliau yang saya miliki. “Ganti Hati”, “Hati Baru”, “Menegakkan Akal Sehat”, “Dua Tangis dan Ribuan Tawa”, “Warisan Go Samola”, “Pelajaran dari Tiongkok”, dan “Kentut Model Ekonomi”. Masih ada dua buku lagi yang belum saya punya: “Tidak Ada yang Tidak Bisa” dan “Eka Tjipta Widjaja”. Ada yang berkenan menghadiahi saya??😀

Dari 7 buku tadi, 5 yang pertama telah selesai saya lahap. Kesimpulan awal saya setelah membaca tulisan-tulisan beliau: Ternyata harapan itu masih ada. Rasanya sudah begitu lama saya apatis dengan keadaan di bangsa kita tercinta ini. Bangsa yang begitu besar kekayaan alam dan budayanya, namun terkerdilkan oleh segelintir oknum yang memiliki kekuasaan. Masalah demi masalah terus merundung bangsa ini, tanpa kita mampu melewatinya dengan tuntas. Menyisakan luka yang tak kunjung sembuh.

Kini luka itu sedikit terobati dengan hadirnya seorang tokoh yang tak hanya mampu beretorika, tapi memberikan kerja nyata. Tokoh yang berjuang secara ikhlas dan tak kenal lelah untuk kemajuan bangsa ini. Demikian penilaian subjektif saya terhadap beliau, Sahabat boleh sepakat boleh juga tidak. Yang jelas saya pribadi menaruh harapan yang besar terhadap beliau. Semoga kesehatan dan kejernihan hati selalu menaungi tiap langkah beliau. Aamiin…

Dari 5 buku yang telah saya baca, pada umumnya merupakan kumpulan dari tulisan-tulisan beliau. “Ganti hati” menceritakan seputar proses transplantasi yang beliau lakukan beberapa tahun silam. “Hati Baru” adalah kumpulan tulisan beliau dalam rentang satu tahun sejak beliau melakukan transplantasi hati. “Menegakkan Akal Sehat” juga merupakan kumpulan tulisan tentang pandangan-pandangan dan pengalaman beliau dari berbagai topik: politik, sosial-kemasayarakatan, serta ekonomi-bisnis. “Dua Tangis dan Ribuan Tawa” adalah kumpulan CEO Noted yang beliau tulis selama menduduki posisi sebagai Dirut PLN. Hanya “Warisan Go Samola” yang berbeda. Buku ini merupakan biografi dari Eric Samola, seorang tokoh di balik kesuksesan Jawa Pos.

Buku yang disebut terakhir inilah yang paling “menarik” bagi saya pribadi. Bukan karena yang lain tak berbobot. Buku yang lain menggambarkan bagaimana seorang Dahlan Iskan menjalani hari-harinya, baik sebagai pribadi di keluarganya, maupun dalam kepemimpinan serta manajerial beliau. Dari buku-buku tersebut seakan-akan kita menyaksikan secara langsung bagaimana keseharian serta sepak terjang beliau selama ini. Gaya penulisan beliau yang runtut dan lugas, membuat tulisan-tulisan itu begitu renyahnya. Tak jarang logika beliau membuat saya tergelitik. Hal-hal yang tampak ruwet, oleh beliau bisa dengan mudahnya disederhanakan sehingga bisa segera dicarikan solusi yang cepat dan tepat.

Lalu dari manakah semua kecerdasan itu berasal? Jawabannya sedikit banyak bisa kita temui dari buku “Warisan Go Samola” ini. Eric Samola merupakan “guru” manajerial yang telah membentuk seorang wartawan biasa yang hanya kuliah hingga tahun kedua ini, menjadi seorang korporat yang disegani. Bisa dikatakan bahwa, lewat Eric Samola-lah, lahir seorang Dahlan Iskan. Oleh karena itu, bagi yang ingin mempelajari riwayat kecerdasan manajerial seorang Dahlan Iskan, saya rekomendasikan untuk mengkaji buku yang satu ini.

Semoga sedikit banyak kita bisa belajar dari ketokohan beliau. Entah dari sisi kepemimpinannya, sisi manajerialnya, sisi keikhlasannya, sisi kesederhanaannya, atau dari sisi manapun yang kita anggap baik. Semoga lahir “Dahlan Iskan-Dahlan Iskan” baru yang mampu menyalakan titik-titik cahaya untuk menerangi langkah bangsa ini ke arah kemajuan.. Semoga..

4 responses to “Ternyata Harapan Itu Masih Ada..

  1. blame December 25, 2011 at 12:57 am

    jadi pengen beli bukunya… banyak masalah rumit yg juga pengen tau gmn jadi sederhana..🙂

  2. nocil February 13, 2012 at 3:13 pm

    mksh kado buka pak dahlannya y mas,, bukunya bagus2 ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: