Celoteh tentang Roda

#Friendship Advisory : Abstract content. You have been warned ^_^

 

Jalan hidup tak selalu lurus. Terkadang menikung, berkelok-kelok, penuh batu dan lubang, namun tetap searah. Bila “sekedar” tipe jalan ini yang ditemui, penulis kira tidaklah terlalu sulit. Karena yang perlu kita lakukan “hanyalah” menjaga keseimbangan roda, agar kita tak terjungkir jatuh. Namun tak jarang pula kita temui simpang jalan di hadapan. Bisa dua, tiga, atau lebih wujud simpang yang mesti dilalui. Beda simpang yang dipilih, bisa beda pula ujung jalan yang akan ditemui.

Ketika sang roda hanya menyangga beban tubuh sendiri, tentulah lebih mudah kita mengatur arah tujuan. Namun bila sang roda ikut menyangga tubuh orang lain, gerak roda pun menjadi lebih berat. Butuh tenaga ekstra untuk mengatur arah sesuai dengan yang diharapkan. Apalagi kalau sang beban tidak memiliki keseimbangan yang cukup untuk menghadapi lintasan yang tak mulus, tenaga ekstra yang dibutuhkan kian besar. Namun seberapa berat pun itu, tetap diri kitalah yang memegang kayuh dan kendali.

Ketika tubuh-tubuh itu tak hanya “menumpang” tapi ikut berpartisipasi memberi tenaga pada sang kayuh, maka gerak roda pun menjadi semakin sulit untuk dijaga sinergitasnya. Bisa jadi kayuhan yang diambil memiliki frekuensi yang berbeda, entah itu lebih cepat atau sebaliknya. Akibatnya kemungkinan sang roda terjungkal pun semakin besar. Perlu ada kesamaan pandangan agar tiap kayuhan yang tercipta mampu bersinergi satu sama lain.

Nah, yang lebih berat adalah ketika kendali tak jelas kepemilikannya. Atau jelas secara kepemilikan, namun tak diakui. Akhirnya masing-masing orang yang berada bersama-sama di atas roda itu saling berebut kendali. Entah karena merasa lebih cakap atau lebih layak, atau kedua-duanya. Hmm, out of topics, menurut penulis, ketika kita merasa lebih terhadap orang lain, maka sebenarnya pada saat itu kita telah mengkerdilkan orang lain. Kita menganggap orang lain tak lebih baik dari diri kita. Mungkin ini adalah salah satu sifat kurang baik yang seringkali menyertai diri kita. Semoga saja penulis salah dengan praduga tersebut..

Ketidakjelasan kendali itu nantinya akan sangat bepengaruh ketika simpang jalan terbentang di hadapan. Masing-masing pribadi punya pendapat simpang mana yang terbaik untuk dilalui. Apalagi bila kepentingan pribadi ikut bermain. Tidak lagi simpang terbaik yang menjadi pertimbangan, tapi simpang mana yang paling bisa mengakomodir kepentingannya. Bisa jadi akhirnya sang roda berhenti tepat di persimpangan, diam termangu menatap pertikaian tubuh-tubuh yang menitipkan beban di atas pundaknya..

Semoga setiap kita diberikan teman seperjalanan yang baik, kemanapun tujuan kaki akan melangkah. Sehingga aliran sang roda menjadi penuh keharmonisan..

13 responses to “Celoteh tentang Roda

  1. dee January 29, 2011 at 12:31 am

    Jalan masih panjang terbentang dihadapan
    Tak hanya sekedar dunia
    Lihatlah kedepan yang lalu biar berlalu
    Jadikan pemicu kalbu

    Jalan hidup takkan pernah lurus
    Pasti ada salah lewati segalanya
    Tapi Tuhan tak pernah berhenti
    Membuka jendela maaf untuk kita
    😀😀😀

    ra nyambung ya?

  2. dee January 29, 2011 at 12:46 am

    lha knp ga berkenan?

    komen dee di atas kan cuplikan lagu.. ;))

  3. nocil January 29, 2011 at 1:28 pm

    ehmmm…
    sekuat, sebisa kk bertahan..
    Pengenx de si kk cepet2 “out of the ring” ^_^

  4. nocil January 29, 2011 at 2:14 pm

    De tunggu kabar gembirax itu🙂

  5. devid February 9, 2011 at 12:37 pm

    wahh sy baru mengerti kenapa mas yuan kemarin mencari-cari keseimbangan.. semoga dapat bersinergi dengan pennumpangnya ya mas.. biar jalannya seimbang.. semoga saya juga menjadi penumpang yang sejalan dengan mas yuan.. hehe *enak aja mw ikut jd penumpang byr ongkos dulu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: