Menyikapi Perbedaan dengan Hati

 

Dalam menyikapi suatu kejadian, seringkali kita berbeda pandangan dengan orang-orang di sekitar. Sebuah hal yang wajar, karena kita semua memiliki latar yang berbeda-beda. Namun akan menjadi kurang wajar ketika perbedaan itu yang lebih kita kedepankan. Ada hal kurang baik yang seringkali menyertai diri ketika kita sedang mengalami sebuah perbedaan pandangan: kita menganggap diri paling benar. Dengan anggapan ini membuat diri kita pada akhirnya kehilangan kemampuan menghargai orang lain.

Sebagaimana kita, orang lain pun memiliki dasar pemikiran sendiri dalam sebuah perbedaan pandangan. Terlepas dari keabsahan dasar pemikiran itu dan kedalaman perenungannya, dasar pemikiran yang mereka punya hendaknya kita hargai. Hal itu merupakan wujud dari usaha mereka menyikapi kejadian yang menghampiri.

Mungkin sebagian orang beranggapan perbedaan pandangan itu perlu diluruskan. Tidak ada yang salah memang dengan pernyataan itu. Meluruskan perbedaan pandangan merupakan sebentuk kepedulian kita pada orang lain. Namun yakinlah Sahabat, ketika kita tidak mampu terlebih dahulu menumbuhkan rasa menghargai terhadap diri mereka dan menghilangkan jauh-jauh anggapan bahwa diri kita paling benar, maka perbedaan pandangan itu tak akan pernah bisa diluruskan. Yang ada hanyalah perselisihan, yang mungkin akan berujung pada pertikaian.

Bukankah tugas kita “hanyalah” mengingatkan, Sahabat? Kita tidak disuruh untuk memastikan seseorang yang diingatkan itu mengikuti apa yang kita anjurkan? Karena Sahabat, apa yang kita yakini benar itu merupakan refleksi dari apa yang kita pahami, dengan segala kedangkalan ilmu dan keangkuhan yang ada dalam hati kita. Lalu beranikah kita menjamin bahwa segala yang kita yakini benar itu juga benar di hadapan-NYA?

Oleh karena itu Sahabat, sikapilah perbedaan itu dengan hati. Ketika kita penuhi satu hak orang lain dengan meluruskan apa yang kita anggap tidak sesuai dari dirinya, maka kita perlu penuhi pula hak-hak lain atasnya secara berimbang. Jangan sampai kepedulian kita itu “mencederai” hak mereka yang lain.. Semoga kita bisa, Sahabat..

9 responses to “Menyikapi Perbedaan dengan Hati

  1. dee December 20, 2010 at 4:15 pm

    ——> tertarik sama kucingnya… ^_^

  2. dee December 23, 2010 at 11:20 am

    =)) liat gih muka kucingnya imuttt banget kan?
    gemuk lagi?

    • blame December 30, 2010 at 12:30 pm

      yg mana sih kucingny? kiri ato kanan ya? xixixi

      Meluruskan perbedaan pandangan merupakan sebentuk kepedulian kita pada orang lain. Namun yakinlah Sahabat, ketika kita tidak mampu terlebih dahulu menumbuhkan rasa menghargai terhadap diri mereka dan menghilangkan jauh-jauh anggapan bahwa diri kita paling benar, maka perbedaan pandangan itu tak akan pernah bisa diluruskan.

  3. dee December 30, 2010 at 11:34 pm

    ne kucingnya yang nulis komen terakhir.. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: