Berbicara pada Waktunya

“Berbicara yang benar itu harus, namun tidak semua kebenaran perlu dibicarakan.” ~dlx

Sahabat, bermacam tujuan yang melatarbelakangi kita untuk berbicara. Diantaranya, untuk mengungkapkan pendapat, memberi penegasan, menjelaskan fakta, dan lain sebagainya. Apapun tujuan yang melatarbelakanginya, tentulah setiap pembicaraan itu mesti dilandasi dengan kebenaran.

Namun tak jarang pembicaraan itu mengalir begitu saja di sela-sela aktivitas keseharian kita. Di waktu-waktu inilah terkadang sebuah pembicaraan menjadi kurang terkontrol. Semua yang terlintas di kepala dikeluarkan begitu saja. Akhirnya seringkali hal-hal yang tidak perlu dibicarakan pun ikut tersampaikan.

Sahabat, menurut hemat penulis, sebuah pembicaraan menjadi penuh makna ketika pembicaraan tersebut dilandasi dengan kebenaran, dan dilangsungkan pada waktu yang tepat. Bila kebenaran itu “dihamburkan” begitu saja, terkadang aliran makna yang mengalir terabaikan tanpa sadar.

Di sisi yang lain, sebuah kebenaran yang tidak disampaikan pada waktu yang tepat, terkadang bisa menjadi sesuatu yang kurang baik. Misalnya ketika kita menyampaikan berita duka pada seseorang yang sedang sakit keras. Sebuah berita duka bagi orang yang sehat, memang menjadi pengingat akan kematian yang bisa datang kapan saja. Namun berita itu bisa jadi membuat si sakit menjadi tambah sedih, yang pada akhirnya mengurangi semangatnya untuk kembali sehat.

Oleh karena itu Sahabat, marilah kita lebih jeli dalam berbicara. Carilah waktu yang tepat dalam mengungkapkan sebuah kebenaran agar ia tidak “terbuang” sia-sia. Semoga dengan ungkapan kebenaran itu, tidak membuat keadaan yang semula baik malah menjadi buruk..

4 responses to “Berbicara pada Waktunya

  1. Fathoni December 15, 2010 at 10:58 pm

    Mmm.. krn “kebenaran” itu sendiri seharusnya (?) komprehensif –menyeluruh. Yg disampein bener, tp situasinya nggak.. jadinya nggak bener juga. Atau minimal, menguranginya; bisa jd mengurangi “sedikit”.. kdg2 brkurang sdemikian banyak..🙄

  2. Fitri PMRELOAD December 17, 2010 at 2:56 am

    wuh komprehensip sgala *pok
    tapi bener juga.. berbica musti tepat enggelnya,,,
    catet neh! :”Carilah waktu yang tepat dalam mengungkapkan sebuah kebenaran agar ia tidak “terbuang” sia-sia.”
    *mule instropeksi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: