Berhentilah Mengeluh

“If you have time to whine and complain about something then you have the time to do something about it.” ~ Anthony J. D’Angelo, The College Blue Book

Setiap kita pastilah diuji, Sahabat. Ujian itu datang dengan dua bentuk, kesenangan dan kesusahan. Ketika kesenangan diberikan, maka akan dilihat sejauh mana kita mampu memaknai kesenangan itu dalam wujud kesyukuran. Sebaliknya ketika kesusahan yang ditimpakan, maka akan dinilai seberapa besar kesabaran mampu diwujudkan dalam hati, kata, dan perilaku kita. Ketika kesyukuran dan kesabaran itu mampu diwujudkan secara maksimal, maka sesungguhnya kita telah melewati ujian itu dengan baik.

Kalau boleh memilih, mungkin sebagian besar kita akan memilih diberi ujian berupa kesenangan. Karna ujian bentuk ini tampaknya lebih ringan. Mempunyai harta yang melimpah atau jabatan yang tinggi, tentunya akan membuat keinginan-keinginan hidup kita menjadi mudah terpenuhi. Namun Sahabat, ujian bentuk ini seringkali begitu melenakan. Banyak orang yang ketika berada dalam kondisi tak berpunya baik amal ibadahnya, berubah 180 derajat ketika ia jadi orang berpunya. Namun diberi ujian dalam bentuk kesusahan juga tidaklah mudah. Ketika diuji dengan kekurangan makanan dan harta, terkadang membuat kita jadi menghalalkan segala cara untuk bisa memenuhinya.

Sahabat, ternyata ada satu sikap yang seringkali menyertai kita dalam setiap ujian yang datang, entah itu kesenangan atau kesusahan. Ya, sikap itu adalah mengeluh. Kita mengeluh ketika kesusahan datang. Ternyata ketika kesenangan yang menghampiri, kita pun juga mengeluh. Keluhan ketika susah itu wajar, lalu seperti apa keluhan ketika senang? Mari kita bahas lebih lanjut.

Keluhan ketika susah biasanya bermula dari ratapan kondisi diri. Seakan diri kita adalah orang yang tak pernah bahagia. Setiap yang dialami selalu saja terkesan mempersulit diri. Sehingga akhirnya kita tak mampu menghargai setiap nilai positif yang menghampiri. Sebaliknya, keluhan ketika senang seringkali berawal dari kekurangmampuan kita untuk merasa cukup. Apa yang dipunya selalu dirasa kurang. Melihat sekitar seakan selalu lebih berpunya daripada diri kita. Ya, “rumput tetangga lebih hijau”, begitu kata pepatah yang sering kita dengar.

Apapun alasan yang melatarbelakanginya, menurut hemat penulis, mengeluh bukanlah hal yang baik. Mengeluh hanya akan membuat pikiran kita berfokus pada hal-hal negatif, yang pada akhirnya akan menggerus kemampuan kita untuk melihat hal-hal positif. Bila dirasa ada yang kurang baik dalam perjalanan hidup kita, maka perbaikilah semampu kita. Tak perlu menuntut agar perbaikan itu berakhir sempurna. Mari kita lebih berfokus pada hal terbaik yang bisa kita lakukan. Sedikit hal baik yang kita lakukan itu sungguh berarti bila dibandingkan dengan ribuan keluh kesah yang keluar dari mulut kita. Semoga kita bisa, Sahabat..

(hanya sebuah pengingat diri)

8 responses to “Berhentilah Mengeluh

  1. Fathoni December 13, 2010 at 1:55 am

    Untuk beberapa hal, tampaknya saya sendiri tidak bisa (dan tidak berminat?) untuk berhenti “mengeluh”. Why oh why…🙄 *pertanyaan kpd diri sendiri*

    • yuan December 13, 2010 at 1:57 am

      at least, g perlu ke semua orang mengungkapkannya, mas..🙂
      double comments, amplify + wp.. I like it..😀

      • Fathoni December 13, 2010 at 1:57 pm

        Brarti ga boleh ngeluh di blog niy?
        Duh repot dong.. sy kn ga eksis di FB lg.. klo di blog ya gbs dibatasi siapa aj yg bs akses (kcuali dipassword, tp ribet).

        Sy ga masalah komeng dmn aja asal koneksi (trutama) mengijinkan.. klo serba lemot yo males ngapa-apain..🙄

  2. dee December 13, 2010 at 1:08 pm

    mengeluh boleh kokkkkk…… :-p

  3. dee December 13, 2010 at 2:05 pm

    😀

    ngeluhnya sama DIA aja kan boleh… klo ngeluh sama dia itu yg ga boleh… B-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: