Berhati-hati Melepas Kata

 

Dalam interaksi kita sehari-hari, percakapan memiliki porsi yang cukup besar. Dengan komunikasi jenis ini, proses penyampaian makna seringkali menjadi lebih mudah. Selain itu, ketika makna yang diterima terasa kabur, klarifikasi pun dapat segera dilakukan. Sehingga distorsi makna bisa diminimalisir.

Bila kita mau jujur, prosentase tukar menukar makna dalam sebuah percakapan seringkali kecil nilainya. Kita lebih banyak menghabiskan sebuah percakapan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, misalnya mengeluh akan kondisi diri, membicarakan orang lain, bercanda, dan lain sebagainya. Akhirnya nilai positif yang bisa kita peroleh dari sebuah percakapan menjadi begitu sedikit.

Selain itu Sahabat, terkadang tanpa sadar kita “membumbui” percakapan yang kita lakukan dengan membesarkan fakta agar percakapan terasa lebih “hidup”. Bila kita tidak berhati-hati, maka boleh jadi apa yang telah kita sampaikan itu akan masuk ke dalam perkataan dusta. Yang akhirnya akan membuat catatan amal buruk kita menjadi bertambah.

Ada hal lain dalam sebuah aktivitas percakapan yang juga perlu kita cermati, Sahabat. Kadangkala dalam keasyikan kita bercakap, ada bentuk-bentuk fakta yang kita ungkapkan membuat lawan bicara kita menjadi tersinggung. Entah itu dalam bentuk memamerkan kelebihan diri, atau bisa juga merendahkan keadaan lawan bicara. Walau mungkin mereka tidak konfrontatif melawan apa yang telah kita sampaikan, namun tentu saja ketersinggungan yang terekam dalam benak mereka tidak dengan mudahnya hilang begitu saja.

Bercakap itu ibarat melepas anak panah dari busurnya. Sekali terlepas, ia tidak akan bisa ditarik kembali. Maka dari itu, mari kita lebih berhati-hati dalam “melepaskannya”, Sahabat. Agar setiap kata yang telah terlepas tidak mempersulit diri kita. Baik di dunia maupun di akhirat kelak.. Semoga..

8 responses to “Berhati-hati Melepas Kata

  1. Fathoni December 10, 2010 at 12:21 pm

    Titik kesulitan (tertinggi?) adalah.. how to “control”..
    Bagaimana mengetahui timing yang tepat untuk melepas anak panah tsb.

    Timing, pilihan kata,..😕

    • yuan December 10, 2010 at 1:51 pm

      hmmm… sy pikir ala bisa karena biasa, Mas.. klu dibiasakan berhati2 melepas kata dalam keseharian, tentunya akan lebih mudah melakukannya di kondisi “sulit”.. semoga kita bisa..🙂

    • blame December 10, 2010 at 5:21 pm

      gimana biar tepat mengenai sasaran..langsung dijantung…ahahahahay

      • yuan December 10, 2010 at 10:10 pm

        aneh, komentar yang ini koq dianggap spam ya, noor..?😕
        langsung dijantung? butuh latihan yang lama dan tekun tuh, bro..😀

  2. pia December 10, 2010 at 12:24 pm

    hhmmmm, sulit untuk berkata-kata..tapi, sekali ketemu waktu yang tepat, seringkali menjadi lepas kendali..:(

    • yuan December 10, 2010 at 1:52 pm

      yup.. makany sy lebih suka sms daripada telpon.. lebih mudah mengontrol apa yang akan “dilepaskan”..😉 mana oleh2ny dari lombok neh..?😀

  3. dee December 10, 2010 at 3:19 pm

    betul betul betul ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: