Membangkitkan (Kembali) Kesadaran

Seringkali kaki ini jatuh dalam kesalahan, tersadar, lalu kembali terjatuh. Kesadaran itu memang pernah singgah, namun hanya sesaat. Kemudian hilang entah kemana. Tak tahu kapan ia akan kembali menghampiri.

Fluktuasi emosi kerap kali dijadikan kambing hitam. Sebatas pembenaran yang sejatinya tak akan pernah mampu membenarkan. Karena kuasa penggerak ada dalam diri. Kuasa untuk menggerakkan kemana kaki akan melangkah, kepala akan menoleh, dan tangan akan melambai.

Tidaklah perlu menunggu kembali jatuh untuk bisa tersadar. Bukankah diri ini telah mampu membeda warna? Janganlah sampai ada sentakan keras untuk mengingatkan, apa yang semestinya tidak boleh dilupakan.

Hidup ini begitu penuh kejutan. Semoga sang diri tidak bertemu dengan kejutan terakhir, lalu mati. Tanpa sempat kembali tersadar. Meluruskan arah kaki yang telah berbelok..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: