Menjadi Diri Kita, Apa Adanya

“Be yourself; everyone else is already taken.”
~ Oscar Wilde

Terkadang saya merasa menjadi diri pribadi itu sulit. Jauh lebih mudah “menyerupai” orang lain. Sulit, bukan karena saya tidak tahu harus menjadi seperti apa. Tapi sulit, karena saya tidak berani mengambil resiko atas bentuk diri yang saya pilih.

Dalam hidup sehari-hari, kita cenderung mudah untuk menerima homogenitas, menjauhi heterogenitas. Kita senang ketika orang-orang di sekeliling punya kecenderungan yang sama dengan diri kita. Kita merasa bahwa ketika mereka punya “corak warna” yang sama, maka mereka adalah bagian dari kita.

Padahal terkadang heterogenitas itu perlu. Minimal sebagai pembanding. Ketika tidak ada hitam, maka putih tidak akan terlihat “putih”. Putih hanya akan dikenali sebagai warna yang berlaku umum, melekat pada setiap benda yang berwujud di muka bumi.

Selanjutnya, heterogenitas itu juga bisa menjadi pelengkap. Ibaratnya sebuah masakan, terkadang bawang merah perlu ditemani dengan bawang putih agar rasa dan aromanya menjadi bertambah sedap. Sebuah masakan yang hanya diberi satu macam bumbu tentulah menjadi terasa kurang nyaman di lidah.

Namun tentunya, heterogenitas itu mestilah beralasan. Tidak hanya sekedar agar kita dianggap berbeda. Perlu pembelajaran dan perenungan lebh jauh untuk menentukan seperti apa bentuk diri yang akan kita wujudkan.

Karena itu, berbahagialah Sahabat dengan kekhasan diri kita. Sesungguhnya kekhasan itu membuat dunia menjadi bertambah nyaman untuk ditempati. Membuat hari-hari semakin indah untuk dilalui bersama..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: