Terjaga dari Kantuk Kehidupan

 

Tiada hari yang terlewati tanpa makna. Sungguh begitu banyak peristiwa yang kita alami dari saat bangun tidur hingga mata kita kembali terlelap. Peristiwa-peristiwa yang dengannya dapat membuat diri kita lebih jernih dalam memandang kehidupan.

Bila dalam sehari kita tidak menemukannya, mungkin saja kondisi hati kita sedang kusam. Mata hati kita terkaburkan keinginan-keinginan yang membutakan. Tersibukkan oleh warna warni duniawi.

Karena Sahabat, bahkan segerombolan semut yang lalu lalang di kaki kita pun memberikan maknanya. Mereka mengajarkan arti kerja keras dan gotong royong. Dengan semangat bahu membahu mereka mengumpulkan makanan untuk ditampung bersama dalam sarangnya. Kerja keras dan gotong royong, dua aktivitas mulia yang kadang terlupa dari diri kita.

Di kala hidup semakin keras, kita cenderung mencari cara yang instan dalam mencapai tujuan. Menghalalkan segala cara. Belum lagi sikap individualistik yang semakin marak dalam kehidupan perkotaan. Bekerja hanya untuk kebahagiaan dirinya sendiri, melupakan orang-orang di sekitarnya yang butuh untuk mereka beri perhatian. Mereka tak sadar bahwa suatu saat bisa jadi mereka yang butuh perhatian dari orang-orang di sekitarnya.

Semoga kita tak pernah lupa untuk mengambil makna dari tiap peristiwa, Sahabat. Sekecil apapun peristiwa itu bagi diri kita. Semoga mata hati kita tak pernah lelah untuk tetap terjaga, seberat apapun “kantuk kehidupan” menyerang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: