Makna yang (Sengaja) Terabaikan

 

Hmm.. Seringkali diri ini terlalu angkuh. Sengaja menutup telinga dari segala masukan dan kritikan orang lain. Hanya mau mendengarkan apa yang disuarakan diri sendiri.

Padahal diri ini jauh, jauh lebih buruk dari mereka. Jauh lebih awam akan ilmu. Jauh lebih sedikit amal yang diperbuat.

Tapi mengapa diri ini masih juga tak mau sadar? Tak mau berusaha  mendengar? Bahkan tak jarang, sekedar menoleh pada yang berbicara pun tidak.

Wahai sang diri, sampai kapan kau akan terus seperti ini? Karena Sang Maut tak akan pernah lupa. Ia tak akan mau terlambat menjemputmu. Mematahkan keangkuhanmu. Hari ini, esok, atau nanti..

2 responses to “Makna yang (Sengaja) Terabaikan

  1. dee November 26, 2010 at 6:49 pm

    blajar utk mnerima saran kritik dari org lain…
    dan perbaikan diri dari saran dan kritik itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: