Maka Berilah Maaf

 

“Every one says forgiveness is a lovely idea, until they have something to forgive.”
~ C.S. Lewis

Ketika kita melakukan sebuah kesalahan pada orang lain, maka permintaan maaf yang tulus menjadi sebuah keharusan. Namun kadangkala ada kesalahan-kesalahan yang kita lakukan tanpa kita sadari. Kesalahan-kesalahan yang terjadi tanpa mampu kita identifikasi keberadaannya.

Seringkali kita sadar telah melakukan sebuah kesalahan ketika teguran datang dari orang lain. Kadangkala kesadaran itu hinggap ketika kita secara jujur mengevaluasi kata dan perbuatan yang pernah keluar dari diri kita. Lalu bagaimana bila kedua kondisi ini tidak terjadi? Bagaimana jika teguran itu tidak pernah datang? Bagaimana bila evaluasi diri yang kita lakukan tidak berujung pada kesadaran bahwa kita telah melakukan sebuah kesalahan? Kesalahan itu pun akhirnya menjadi sebuah “kesalahan yang tak mampu terungkapkan”.

Sahabat, kesensitifan setiap diri itu berbeda-beda. Ada orang-orang yang merasa telah ditegur, cukup dengan sebuah sindiran halus. Namun ada pula sebagian yang lain, dengan lirikan mata tajam atau bahasa-bahasa sarkasme tidak mampu membuat mereka sadar akan kesalahannya. Karena itulah, kadangkala teguran itu tak pernah sampai pada sang tujuan.

Akhirnya hati kita menjadi bertambah sempit. Pikiran kita terwarnai oleh buram kesalahan yang tak terungkapkan itu. Aktivitas yang kita lakukan penuh dengan aroma negatif kekesalan kita pada mereka, orang-orang yang belum mampu menyadari kesalahannya.

Maka Sahabat, berilah maaf. Walau mungkin maaf itu tak akan pernah terungkapkan. Cukup dalam hati saja. Sungguh pemberian maaf itu akan membuat hati kita lebih lapang dalam menjalani hari.. Semoga..

6 responses to “Maka Berilah Maaf

  1. anies December 12, 2010 at 9:27 am

    Tapi bagaimana kalau hati kita yang di kecewakan, serasa sangat sulit memaafkannya, apalagi kalau hati sudah terluka, teriris2.. hadewww.. betapa sangat sangat sulit untuk menerima permintaan maaf, bahkan beribu maaf.. dan harus menunggu hati kita dengan sendiri melupakan kesalahan orang lain dan perlahan2 memaafkannya..

    • yuan December 12, 2010 at 9:36 am

      yeah, i’ve been “there” too.. many times.. rasa benci tu wajar.. tapi belajar untuk membenci sikapnya, bukan orangnya.. ketika kita mampu membenci sikap, maka memaafkan akan jauh lebih ringan terasa..🙂
      imho, melupakan itu butuh memaafkan, tapi memaafkan belum tentu perlu melupakan..😉

  2. anies December 12, 2010 at 10:30 am

    Memaafkan mudah, melupakannya itu yang agak susah..
    tentu saja sikapnya bukan orangnya.. kan yang di protes sikapnya.. xixixixi..

  3. anies December 12, 2010 at 10:52 am

    Gubrakkkk.. Lupa tapi belum memaafkan..hehe

    • yuan December 12, 2010 at 10:58 am

      maksudnya memaafkan dulu baru melupakan.. :p memaafkannya sering terasa berat.. klu uda bisa memaafkan, melupakan jadi lebih mudah..😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: