Belajar Menjadi Orang Penting

 

“Most of the trouble in the world is caused by people wanting to be  important.”
~ T.S. Eliot

Banyak yang senang dianggap sebagai “orang penting”. Biasanya hal ini berkaitan dengan posisi yang lebih tinggi dari orang lain. Entah itu karena kekuasaan yang dimilikinya, atau bisa juga karena keilmuan serta keahliannya yang mumpuni dalam bidang tertentu. Ada sisi kebanggaan tersendiri bagi mereka yang dianggap sebagai “orang penting”.

Status sebagai “orang penting” tidaklah melekat dengan sendirinya. Ia datang dengan usaha yang keras, dan pengorbanan yang tidak sedikit. Status itu diraih dengan kerja nyata yang tak berbilang jumlahnya. Namun ternyata ada sebagian dari kita yang menginginkannya secara instant. Mungkin telah tersilap dengan warna indahnya yang menawan.

Padahal status sebagai “orang penting” itu diikuti oleh tanggung jawab yang tidak ringan, Sahabat. Ketika seseorang menjadi “penting” karena kekuasaannya, maka sungguh ia akan dimintai pertanggungjawabannya kelak atas orang-orang yang dipimpinnya. Ia akan ditanya, sejauh mana kekuasaan yang dimilikinya itu memberi kemudahan bagi orang lain. Begitu juga orang-orang yang dianggap ”penting” karena keilmuan dan keahliannya. Mereka akan ditanya sejauh mana keilmuan dan keahliannya itu membawa manfaat bagi orang-orang di sekelilingnya.

Namun ada pula kondisi lain, dimana seseorang dianggap “penting” tanpa kedua hal di atas. Orang-orang seperti ini adalah mereka yang memainkan dengan baik perannya di lingkungan dimana mereka berada. Apapun bentuk perannya itu. Mereka dibutuhkan karena ketekunan dan konsistensinya atas peranan yang mereka mainkan. Apalagi ketika peran itu dimainkan dengan tulus ikhlas, maka mereka tidak hanya terlihat “penting” di mata manusia, tapi juga mengkilap di hadapan Tuhannya. Semoga kita bisa menjadi seperti mereka, Sahabat. Sekecil apapun peranan yang kita mainkan dalam panggung kehidupan..

2 responses to “Belajar Menjadi Orang Penting

  1. blame November 26, 2010 at 10:26 am

    dulu murobi ana di sma berkata:
    “lebih baik menjadi orang penting, atau lebih penting menjadi orang baik?”

    dimana pilihan kamu…? *sok filsuf, padahal cuma nyontek*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: