Kebaikan yang Melenakan

Berbuat baik itu “baik”. Saya pikir tak seorang pun yang akan berbeda pendapat dengan pernyataan itu. Namun ada kalanya, berbuat baik itu menjadi “kurang baik”. Hmm.. Apakah ada?? Mari kita diskusikan lebih lanjut..

Layaknya sebuah kalimat yang memiliki bagian-bagian pendukungnya, setiap kebaikan juga punya bagian-bagian itu. Dalam pandangan saya, minimal sebuah kebaikan memiliki subjek, predikat, dan objek. “Siapa yang melakukan”, “apa yang ia lakukan”, dan “kepada siapa ia melakukannya”.

Bagian pertama, “siapa yang melakukan”. Mari kita samakan persepsi bahwa bagian ini mengacu pada diri kita: saya dan atau Sahabat semua. Bagian kedua, “apa yang dilakukan”. Bagian ini akan saya diskusikan di alenia berikutnya karena pada bagian inilah titik tekan tulisan saya sekarang. Bagian terakhir, “kepada siapa ia melakukannya”. Bisa kepada orang tua, sanak saudara, teman sebaya, tetangga. Atau mungkin bisa juga pada dimensi yang lebih luas: manusia, alam semesta, dan Yang Maha Kuasa.

Nah, mari kita fokus pada bagian kedua: “Apa yang dilakukan”. Setiap orang saya yakin sepakat, bahwa ketika perbuatan itu tidak “menyelisihi” hukum agama, hukum negara, dan atau hukum moral, maka perbuatan itu akan dikelompokkan ke dalam perbuatan baik. Perbuatan itu dianggap sebagai sebuah kebaikan. Tidak salah memang. Namun bagaimana bila kita melihatnya dari dua contoh di bawah ini.

Contoh pertama, misalnya seseorang, sebut saja Alice, memiliki teman, kita sebut Bob. Ketika Bob punya masalah, ia selalu meminta bantuan Alice dalam penyelesaiannya. Karena Alice mempunyai jiwa sosial yang tinggi, dengan penuh semangat ia selalu berusaha membantu Bob. Hari ke hari, bulan ke bulan, akhirnya Bob pun “terlenakan” dengan kebaikan Alice. Permintaan bantuan yang awalnya hanya berkisar pada hal-hal krusial, perlahan-lahan berubah menjadi hal yang remeh temeh. Ya, alasan yang semula berbentuk kesulitan yang menghimpit, berubah menjadi kemalasan dan – kalau boleh saya istilahkan dengan – “ketegaan dalam memberi beban”.

Contoh lain, kali ini kita ambil permisalan Chuck dan Dave. Chuck memiliki posisi yang lebih tinggi dari Dave dalam pekerjaan yang mereka tekuni. Mereka berdua berteman dekat, sehingga Chuck tahu banyak tentang kondisi sehari-hari Dave. Ketika pekerjaan yang seharusnya diselesaikan oleh Dave terkendala oleh masalah pribadinya, Chuck dengan sigap “mengcovernya”. Ia berusaha mencarikan waktu lain serta alasan yang tepat agar Dave bisa tetap menyelesaikan tanggungjawabnya, serta agar keterlambatan itu tidak dipermasalahkan di level yang lebih tinggi. Ya, seiring hari kejadian itu terus berulang. Akhirnya setiap terkena masalah, Dave menjadi terbiasa untuk menomorduakan tanggungjawabnya dalam pekerjaan karena merasa yakin bahwa Chuck akan selalu berada di belakangnya.

Baik Alice maupun Chuck sebagai si subjek, pada dasarnya melakukan kebaikan. Namun kebaikan-kebaikan itu “membentuk” hal yang kurang baik pada sang objek, Bob dan Dave. Mereka “terlenakan” oleh kebaikan-kebaikan itu, sehingga mereka menjadi lupa bahwa kebaikan itu dilakukan karena kondisi yang “memaksa”. Usaha yang dilakukan Alice dan Chuck dalam sudut pandang mereka akhirnya berubah menjadi suatu hal biasa. Bukannya tidak mungkin ketika pandangan itu terus dipupuk, mereka jadi memandang setiap kebaikan yang dilakukan Alice dan Chuck adalah suatu hal yang semestinya.

Semoga kita tidak pernah “terlenakan” dengan kebaikan yang diberikan orang lain pada diri kita, Sahabat. Semoga kita selalu ingat bahwa kebaikan itu adalah buah dari usaha keras mereka, orang-orang yang dengan ikhlas membantu kita. Semoga..

Catatan: penamaan tokoh-tokoh di atas diambil dari http://en.wikipedia.org/wiki/Alice_and_Bob. Credit untuk fat72009 atas ide penamaannya..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: