Sehat dengan Menulis

Akhir-akhir ini saya cukup semangat menulis. Hal ini dipicu dengan dikenalkannya website amplify.com oleh seorang sahabat. Dengan menggunakan layanannya, account saya yang lain dapat terupdate secara otomotis. Sekarang muncul satu aktifitas baru buat diri saya, “Ber-amplify Ria”.. :D

Ternyata, bagi saya, menulis memang tidak mudah. Satu tulisan sepanjang 5-6 paragraf bisa memakan waktu 1 jam. Walau butuh waktu lama, tapi saya cukup puas bisa merekam secuil makna, yang moga-moga bisa dimaknai dengan lebih bijak oleh para pembacanya..

Hari ini saya membaca satu artikel menarik dari Mas Johan Wahyudi, seorang kompasioner aktif. Artikel tentang bagaimana aktivitas menulis itu dapat menyehatkan pikiran kita. Ada satu kalimat yang sangat berkesan buat saya ketika membacanya. “Menulislah Tulisan yang Sehat. Tulisan yang tidak bercampur nafsu karena ketamakan akan publikasi.” Hmm..

Kalau boleh saya tambahkan dari apa yang telah disampaikan beliau, menulislah dengan hati. Menulislah dengan motivasi yang bersih untuk berbagi makna dengan orang lain. Menulislah sebagai bahan pengingat diri. Menulislah untuk membuat para pembaca menjadi lebih bijak.

Dengan itu semua saya yakin, apa yang telah kita tulis tidak akan sia-sia. Bukan hanya sekedar menyalurkan apa yang ada dalam pikiran kita saja. Bermanfat dan bermakna. Semoga..

Amplify’d from edukasi.kompasiana.com

Agar selalu sehat, saya dinasihati agar rajin menulis. Dengan menulis, pikiran kita akan menjauh dan menjauhkan diri dari keinginan negatif. Cobalah diperhatikan para penulis hebat. Rerata mereka berumur panjang. Pikiran merekalah yang membuatnya panjang umur. Ini disebabkan diperbaharuinya ide mereka. Hem, luar biasa.

Di samping dapat menyehatkan diri, menulis juga dapat menyehatkan orang lain. Bagaimana bisa? Melalui tulisan-tulisan yang sehat, pembaca akan terinspirasi dengan ide-ide kita. Lalu, mereka – para pembaca itu – akan memanfaatkan ide-ide itu untuk berubah. Maka, mereka pun menjadi sehat: dapat dan mau berubah!

Jadi, jika Anda ingin sehat badan pikiran, ya menulis saja. Murah dan mudah, ‘kan? Namun, menulislah “tulisan yang sehat”. Tulisan yang tidak terkontaminasi keinginan negatif semata karena keinginan untuk berbagi. Tulisan yang tidak bercampur nafsu karena ketamakan akan publikasi. Ok? Selamat menulis dan semoga kesehatan dapat teraih. Amin!

Read more at edukasi.kompasiana.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: