Mata ini (tidak) tuli, telinga ini (tidak) buta

Diri ini masih saja seperti kemarin. Mata ini masih tuli. Telinga ini masih buta. Hmm..

Mata ini masih saja melihat dengan kemauannya sendiri. Tidak mau mendengar apa kemauan hati. Tidak mau mengalah. Masih terlalu angkuh dengan konsepsinya sendiri.

Begitu juga dengan telinga ini. Masih saja mendengar dengan egonya. Tidak mau melihat apa yang ditunjukkan oleh hati.

Memang, mata dan telinga ini masih baik fungsinya. Masih mampu berperilaku sesuai dengan peruntukannya. Bagiku itu tidaklah cukup. Karena bila dibiarkan, ia akan menjadi tidak terkendali. Ia berfungsi, tapi tidak terarah. Berperilaku semaunya.

Tapi seakan aku tak berdaya. Ego sang mata dan telinga terasa begitu kuat memaksaku. Melilit tubuhku sehingga aku tak mampu bergerak sesuai dengan kemauanku.

Hari ini aku meminta, agar aku lebih kuat. Agar sang mata dan telinga tunduk dan patuh. Agar sang mata tidak lagi tuli. Agar sang telinga tidak lagi buta. Semoga..

2 responses to “Mata ini (tidak) tuli, telinga ini (tidak) buta

  1. blame October 11, 2010 at 9:17 am

    hayah…. mas…mas… selalu mengisi blog dgn yg berat2.. mbok ya yang ringan… dah berat di kantor niy…

  2. purpleheart October 11, 2010 at 11:56 am

    @noor
    wkwkwk.. klu berat ya ditaruh aja di lantai.. :p engga, tulisan ini cuma curhat aja koq..🙂 maaf klu malah jadi bikin mumet..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: