Pribadi yang Dirindukan

Menjadi pribadi yang dirindukan kala tiadanya,
pribadi yang bermanfaat dalam kebersamaannya..

Semoga kita bisa..

:contemplating:

Amplify’d from filsafat.kompasiana.com
Menjadi pribadi yang dirindukan itu tidak bisa dipaksakan. Ia tidak lahir dengan sendirinya, prosesnya panjang dan juga rumit. Sebab, ini kerja hati. Namun, Kunci menjadi pribadi yang dirindukan itu sebenarnya sederhana saja, yaitu totalitas memberi dengan penuh keikhlasan.  Selanjutnya hatilah yang mencerna semua itu.
Prinsipnya, menjadi pribadi yang dirindukan itu tidak perlu direncanakan. Lalukan saja segala kebajikan dengan hati yang tulus. Setelah itu biarkan semuanya berjalan secara alami. Dari ketulusan itulah nantinya lahir pesona jiwa.  Tapi ingat, kita harus konsisten dalam ketulusan ini. Sebab tantangan selanjutnya adalah, ketika orang-orang merindukan kita maka lahirlah apa yang disebut pujian. Pada batas ini, bila semangat keikhlasan kita luntur. Tidak lagi konsisten pada ketulusan. Bersama dengan itu pula  Pesona jiwa kita akan meredup.
Mungkin sesekali kita perlu bertanya,  apakah kita telah menjadi pribadi yang dirindukan. Yang setiap kehadirannya selalu dinantikan. Apakah saat kehadiran kita orang-orang langsung menghentikan pembicaraannya, menyalami kita dengan penuh kehangatan. Atau sebaliknya, ketika kita hadir orang-orang hanya menghentikan pembicaraannya sebentar, melirik lalu kembali bicara, tak terlalu diperdulikan.Read more at filsafat.kompasiana.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: