Warisan Buku

Sejak masih di sekolah dasar, saya begitu senang membaca. Opini-opini di surat kabar, novel detektif, dan buku-buku sejarah menjadi “menu” favorit saya. Kala itu sumber buku saya adalah Perpustakaan Daerah, yang letaknya tidak bisa dikatakan dekat dari rumah tempat saya tinggal. Walau cuma berbekal sepeda, namun tidak menyurutkan semangat untuk berada di sana. Peluh dan lelah menempuh perjalanan setengah jam di tengah siang bolong, seakan-akan hilang ketika berada di sana. Melihat lautan buku yang siap untuk dinikmati..🙂

Membaca pada akhirnya menjadi hobby terus berlanjut hingga ke bangku kuliah. Kota Pelajar tempat saya menimba ilmu sangat mendukung hobby yang satu ini. Banyak toko buku tersebar yang menawarkan diskon menggiurkan untuk kantong mahasiswa. Belum lagi kios-kios buku yang terpusat di Shopping Center. Teman-teman yang pernah berada di Jogja mungkin pernah mendengar tentang tempat ini. Shopping Center adalah pusat kios buku dengan variasi bukunya yang sangat beragam. Dan uniknya, kita bisa tawar menawar harga seperti layaknya membeli barang kebutuhan pokok di pasar-pasar rakyat..

Ditambah lagi dengan seringnya penyelenggaraan Book Fair. Seingat saya tiap tahunnya tak kurang dari 3 kali Book Fair diselenggarakan, baik itu untuk buku-buku umum maupun untuk buku-buku keagamaan. Selain diskon yang “gila-gilaan”, Book Fair juga menawarkan berbagai sesi yang menarik, misalnya seminar seputar dunia tulis-menulis, bedah buku, temu penulis, dan lain sebagainya.

Suasana yang mendukung inilah yang membuat saya menjadi cukup royal dalam berbelanja buku. Saya sering “lapar mata” ketika melihat buku-buku yang menarik. Kala itu saya berpandangan, lebih baik tidak makan daripada melewatkan buku yang menarik. Karena kalau menunggu kelonggaran anggaran, bisa jadi buku yang menarik itu sudah habis dibeli orang..🙂

Saya punya keinginan untuk memberi warisan buku kepada orang-orang yang saya cintai ketika saya “pergi” kelak. Bukan uang. Bukan emas. Bukan pula harta kekayaan lainnya.. Saya ingin mereka “kaya” ilmu.. Yang dengannya membuat mereka semakin bijak dalam menjalani kehidupan.. Semoga..

2 responses to “Warisan Buku

  1. ekonugroho17 October 5, 2010 at 2:38 pm

    kok saya nggak bisa ya hobi baca gitu?? bawaannya gampang bosen baca… gimana caranya tu mas??

  2. purpleheart October 7, 2010 at 2:15 am

    @eko
    sy juga g ngerti.. memang dari dulu seneng aja baca.. mungkin ada baiknya dimulai dari apa yang Eko senangi..😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: