Cermin

Teman, mungkin keseharian kita tidak pernah lepas dari satu benda yang bernama “cermin”. Apakah sekedar untuk memeriksa rapinya tatanan rambut kita, ataukah menilai wujud tubuh kita yang kian berubah. Yang jelas, tampaknya memang benda yang satu ini cukup penting peranannya bagi hidup kita..

Tapi teman, ternyata ada “cermin” lain yang lebih kita butuhkan. Bahkan “cermin” ini jauh lebih penting daripada cermin yang sehari-hari kita gunakan. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tak menyadari keberadaan”nya”. Karena “ia” membutuhkan kepekaan hati agar kita dapat menggunakan”nya”.

Teman, nilai diri kita di hadapan manusia yang lain tidaklah sekedar dari apa yang tampak. Mungkin memang banyak orang yang terkagum dengan kecantikan paras atau kepintaran ilmu yang kita miliki. Tapi teman, sungguh itu tidak akan ada artinya tanpa diimbangi dengan kebaikan akhlaq dan tingkah laku kita sehari-hari.

Kecantikan akan dengan mudahnya kita nilai dari cermin kaca yang ditempel di dinding-dinding rumah. Begitu juga dengan kepintaran, bisa dilihat dari banyaknya gelar yang kita miliki, atau dari kemampuan kita dalam menyelesaikan berbagai macam soal di bangku pendidikan. Lalu bagaimana dengan kebaikan akhlaq? “Cermin” apa yang dapat kita gunakan untuk mengukurnya?

Teman, “cermin” itu adalah pribadi-pribadi di sekitar kita, orang-orang yang mengisi keseharian hidup kita. Dari mereka-lah kita mampu mengukur berapa sesungguhnya nilai kebaikan akhlaq yang kita miliki. Sikap yang mereka berikan pada kita – tidak lain dan tidak bukan – adalah cerminan dari sikap kita terhadap mereka selama ini. Sejumput senyum yang menghiasi bibir kita tatkala bertemu mereka akan berbuah keramahan dari mereka pada kita. Dan sebaliknya teman, ketika yang didapati adalah ketidakramahan, maka hal pertama yang perlu kita pikirkan adalah “sikap atau salah kata apa yang telah kita perbuat sebelumnya”.

Satu yang perlu diingat adalah bahwa cermin itu mengikuti wujud aslinya. Cermin memperlihatkan apa yang ditampakkan. Oleh karena itu teman, mulailah kebaikan itu dari diri kita sendiri. Niscaya “sang cermin” akan memperlihatkan hal yang sama pada kita..

( Dini hari, 08022008 )

One response to “Cermin

  1. gokimhock April 10, 2008 at 3:21 am

    MyP ? ah… ada – ada saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: