Antara keinginan dan kenyataan

Awalnya tulisan ini ingin kuberi judul “antara idealita dan realita”. Tapi kurasa judul itu belum layak buatku saat ini. Buatku, idealita itu mestilah punya landasan yang kokoh. Sedangkan apa yang ada dalam pikiranku sekarang, begitu rapuh. Karena hanya bersandar dari argumentasi pikiranku sendiri dengan segala kekurangannya..

Seringkali aku berpikir, apakah salah bila aku punya sebuah keinginan. Keinginan yang tidak hanya sekedar “keinginan”, tapi tentunya juga punya sekian pertimbangan.

Kuakui, kita adalah makhluk sosial, yang – “katanya” – tidak akan mampu hidup tanpa orang lain. Tapi seberapa besar sebenarnya pengaruh orang lain dalam setiap keputusan yang kita ambil? Keputusan yang tentunya berasal dari sebuah keinginan dengan berbagai pertimbangan yang melatarbelakanginya. Apakah setiap keinginan itu akan “terkalahkan” dengan pertimbangan orang lain, yang belum tentu akan ikut bertanggung jawab atas segala konsekuensinya?

Aku mencoba untuk menghargai orang lain, menghargai pertimbangan-pertimbangan mereka. Tapi sampai kapan?

Ada satu waktu dimana kita akan sendirian dengan memikul konsekuensi-konsekuensi dari segala keinginan yang telah bermetamorfosa menjadi keputusan..

Semoga tiap orang mampu belajar untuk saling menghargai.
Dunia akan damai, kurasa..

(After Midnight, 07092007)

Also with the same backsounds..

One response to “Antara keinginan dan kenyataan

  1. dodoy December 8, 2007 at 7:39 am

    Sabar ya mas Yuan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: