Archive Page 2

Bagi anda yang sering browsing (menjelajahi) dunia maya bersama Mozilla Firefox, maka jika tidak ada yang mengingatkan, bisa saja lupa jika waktu sholat telah masuk. Diantara keunggulan Firefox adalah dukungan Add-ons (fungsi tambahan) yang sangat banyak. Salah satunya adalah pengingat sholat.

Salah satu add-ons yang cukup bermanfaat adalah Pray Times!, pengingat sholat untuk Firefox.

pray-times

Pray Times! menggunakan algoritma perhitungan yang mirip (kemungkinan sama) dengan aplikasi pengingat sholat lainnya, seperti Shollu, Azan Times dan lainnya. Sehingga jika sudah pernah menggunakan Shollu, maka terlihat waktunya hampir sama.

Apa saja fitur Pray Times!

  • Berbagai metode perhitungan waktu sholat
  • Informasi waktu menjelang waktu sholat
  • Otomatis menyuarakan azan atau audio lain ketika waktu tiba
  • Mendukung berbagai tempat di belahan dunia
  • Perhitungan lokal ( tidak perlu koneksi internet)
  • Tampilan informasi waktu sholat ketika menggerakkan mouse di area Pray Times!
  • Tidak terbatas Sistem Operasi yang digunakan, asal menggunakan web browser Mozilla Firefox
  • Berbagai opsi (perhitungan) lain yang bisa dimasukkan secara manual
  • Tersedia jadwan waktu sholat bulanan

Cara Installasi

1. Buka alamat URL Pray Times!
2. Klik “Add to Firefox”.

add-to-firefox

3. Dan jika browser yang digunakan adalah Firefox, maka otomatis akan langsung menginstall add-on ini, dengan tampil konfirmasi seperti berikut:

install-plugins

4. Klik saja Install Now. Agar melihat efeknya maka firefox harus di tutup dan dibuka kembali.

Download dan Installasi secara manual

Jika kita tidak ingin langsung menginstall dari brower firefox (mungkin untuk di install di rumah, browser eman, komputer lain dan sebagainya), maka kita dapat download add-on ini secara terpisah.

Download file add-on

1. Gunakan browser selain firefox, misalnya Chrome, IE, Safari, Operas dll.
2. Buka link diatas, Pray Times!
3. Klik saja “Add to Firefox”, maka akan di download file pray_times!-1.1.3-fx.xpi
4. Simpan file ini di komputer.

Installasi add-on secara manual :

1. Buka browser Firefox
2. Pilih menu File > Open File, dan cari file tadi (pray_times!-1.1.3-fx.xpi)
3. Klik Open, maka akan dilanjutkan dengan proses installasi Pray Times!

pray-times-calculations

Di bagian pojok kanan Browser Firefox akan terlihat waktu sholat. Untuk mengatur, silahkan klik kanan dan pilih Options. File azan yang disertakan hanya sample saja, jadi hanya terdengar suara Takbir adzan. Untuk download file-file adzan lainnya, bisa download dari http://tanzil.info/praytime/audio/

Selain dengan Pray Times!, Pengingat Sholat untuk windows bisa menggunakan Shollu, sedangkan untuk handphone (HP) dan gadget lain yang mendukung java, bisa menggunakan Azan Times.

Credit to Mas Ebta Setiawan


my_home@kupang.id


Teman, kejadian apa pun yang kita alami, mau diakui atau pun tidak, sejatinya membutuhkan penegasan kita sebagai salah satu aktor yang terlibat di dalamnya. Penegasan ini bisa dalam bentuk penerimaan atau penolakan. Saya pribadi meniadakan opsi “abstain”. Selama ini saya meyakini – seperti apa yang pernah diungkapkan dalam sebuah pepatah – bahwa abstain itu adalah setengah dari penolakan. Ketika penegasan tersebut disikapi, saya melihat ada dua dimensi yang mempengaruhinya, yaitu apa yang saya sebut dengan dimensi “penting” dan “perlu”. Dimensi “penting” merujuk kepada sisi urgensitas. Sedangkan dimensi “perlu” lebih merujuk kepada peran atau kapasitas diri terhadap hal yang terjadi.

Dimensi-dimensi tersebut menurut saya mestilah dipertimbangkan matang-matang sebelum kita mengambil tindakan atas penegasan yang telah diambil sebelumnya. Karena tidak semua yang “penting” itu “perlu”. Begitu juga sebaliknya. Banyak orang yang merasa “penting” untuk menyikapi, namun ia berada pada dimensi “tidak perlu”. Tidak sedikit pula orang yang merasa “tidak penting” untuk menyikapi, padahal ia ada dalam dimensi “perlu”. Kondisi terbaik adalah ketika kedua dimensi tersebut bersinergi, artinya hal tersebut memang urgen, dan kita pun memiliki kapasitas diri yang cukup atas kejadian itu.

Bila kita berada pada dimensi “tidak penting” dan “perlu”, kita dapat menyusun strategi agar ketika kelak berada pada dimensi “penting”, kita telah memiliki solusi terbaik. Bila kita berada pada dimensi “penting” dan “tidak perlu”, maka kita hendaknya menemukan pribadi yang berada pada dimensi “perlu” untuk selanjutnya menyampaikan penegasan kita padanya. Lalu bagaimana bila kita berada pada dimensi “tidak penting” dan “tidak perlu”? Bila kita berada pada dimensi ini, hendaknya kita terus berusaha meningkatkan kapasitas diri, seraya menyusun langkah terbaik atas pemecahan masalah yang dihadapi. Sehingga ketika kelak berada pada dimensi “penting” dan “perlu”, kita telah menjadi pribadi yang mumpuni.

Moga bermanfaat..

(Kupang, the second day of the eclipse)


Untuk ke sekian kalinya hal-hal yang terjadi di sekitar kehidupan saya menambah keyakinan diri bahwa prinsip perkalian merupakan salah satu prinsip terpenting dalam hubungan antar manusia. Prinsip yang mungkin sudah kita kenal sejak dari pendidikan dasar kita dulu. Saya yakin kita semua telah menghapalnya di luar kepala, tapi sayangnya sangat sedikit orang yang memahaminya sebagai prinsip dalam hubungan antar manusia. Jauh lebih sedikit lagi yang mampu menerapkannya dalam sisi-sisi kehidupan mereka..

Sungguh prinsip ini merupakan sebuah aturan yang sangat-sangat sederhana. Prinsip ini menyatakan bahwa

1 x 1 = 1
1 x 0 = 0
0 x 1 = 0
0 x 0 = 0

Bila kita mengkorelasikan angka “1″ sebagai “baik”, angka “0″ sebagai “buruk”, kemudian angka yang berada di urutan paling awal sebagai “niat”, angka yang di tengah sebagai “cara”, dan angka di urutan terakhir sebagai “hasil”. Maka akan kita dapat pernyatan berikut ini :

“Niat yang baik, bila dilakukan dengan cara yang baik, akan memberi hasil yang baik pula.
Niat yang baik, bila dilakukan dengan cara yang buruk, akan memberi hasil yang buruk.
Niat yang buruk, bila dilakukan dengan cara yang baik, akan memberi hasil yang buruk.
Apalagi niat yang buruk, bila dilakukan dengan cara yang buruk, tentunya akan menghasilkan cara yang buruk pula.”

Sederhana, bukan?

Di sini saya tidak akan membahas dimensi baik dan buruk. Saya pikir, cukup lah hati kita masing-masing yang akan bertindak sebagai “juri”nya. Moga dapat jadi bahan perenungan bersama..

(Kupang, before midnight, at the first day of the eclipse)


Niat awalnya ingin mencari tahu tentang sertifikasi di dunia Linux, saya ketemu dengan situs ini. Di situ saya melihat banyak layanan setifikasi yang ditawarkan. Satu yang menarik bagi saya saat itu adalah ternyata ia juga menyediakan tes kepribadian. Saya memang sejak lama tertarik pada “kemampuan manusia beradaptasi dengan dirinya dan orang lain”. Tapi sayang, sampai saat ini saya belum punya kesempatan untuk mempelajarinya dengan serius dalam lembaga formal (baca:bangku kuliah).. Beberapa waktu yang lalu saya pernah mencoba tes kepribadian di www.mypersonality.info Hasilnya bisa teman-teman lihat pada widget di blog ini, atau dapat juga melalui link ini.

Setelah menjawab 60 pertanyaan yang diberikan, akhirnya hasilnya pun keluar. Berikut salinan dari email yang dikirimkan kepada saya.

Dear Yuan Wianda:

Here are your Brainbench Personality Assessment Results.
Please review these results carefully and refer to the
interpretation notes at the bottom.

PERSONALITY EVALUATION:

test_personality

Your Social Boldness: Introverted VS Extraverted
————————————————————
You are quite introverted. Socially, you prefer a more
relaxed, low-key environment, rather than the hustle and
bustle of a wild night in the city. You tend not to talk a
lot, but when you do people listen, because when you say
something it has meaning. You are not seeking the
limelight, usually you prefer to let the attention-mongers
do their thing while you observe. In an unfamiliar setting,
you tend to be cautious and shy while you evaluate the
circumstances. You prefer to avoid conflict, so you do not
put yourself into a threatening situation. Your shyness may
be perceived as unfriendly, but that could not be further
from the truth. People need to be patient with you and take
the time to get to know the complex, private you.

Your Agreeableness: Candid VS Considerate
————————————————————
You are quite considerate. You are a popular person, aren’t
you? Of course you are. You truly value harmony in dealing
with others.  People recognize your friendly, generous, and
helpful personality. Your easy-going, agreeable nature
makes you such a joy to be around. This is especially true
in meetings or general conversations. The topic may become
heated, but you are considerate of other’s feelings and you
will find a happy medium in order to placate those around
you. This is because you have an optimistic view of human
nature and you realize that if you trust people with their
decisions that they are not trying to hurt you or take
advantage of you. This special and rare quality is also
seen in your altruism. You enjoy helping others. To you it
is not a sacrifice; to you it is fulfilling to help others
in need.

Your Self-Control: Impulsive VS Cautious
————————————————————
You are moderately impulsive. At times you can be
impulsive, but not to the point where you are jeopardizing
work or relationships. You know when to follow rules, but
you also know when to bend rules that are not set in stone.
If your home or work space gets a little messy, you do not
get upset or feel compelled to tidy up. You do not have to
have perfect order in your life to feel good about yourself
or your environment. You tend to be more on the fun side of
spontaneity, and enjoy being flexible with your plans and
your life. In general, you prefer to make short-term goals
rather than long-term goals.

Your Anxiety Level: Excitable VS Relaxed
————————————————————
You are quite excitable. You do not like stressful
situations. You tend to react emotionally to stress, which
can lead to bad moods, or even anxiety, anger, or
depression. You like to be treated fairly, and may become
upset if you sense that someone is trying to cheat you. You
may find urges and cravings irresistible to the point that
you are giving into them even if you know you will regret
it or feel guilty later. Sometimes you may feel
uncomfortable in social situations, even thinking that
others are judging you. This self-consciousness may show
through as shyness, because you do not want people to think
poorly of you. You tend to worry and are apprehensive in
unfamiliar circumstances.

Your Openness to Change: Practical VS Imaginative
————————————————————
You are quite practical. You want just the facts – keep it
plain and simple. You are practical, pragmatic and well
grounded. You have no time for carelessness and
impracticality. You prefer to keep your emotions to
yourself, rather than exposing your feelings to the world.
Life moves along much better for you when you can maintain
a schedule and have routine in your life. Unexpected
surprises and chaos are a major inconvenience to you.  You
tend to be conservative and are somewhat resistant to
change. Others respect your ability to act properly in your
everyday life.

The way you Think/Reason: Concrete VS Abstract
————————————————————
You are moderately concrete in your thinking. Your
intellectual style is related to superior job performance
when working with the public.  One reason for this is that
you often prefer dealing with people or things rather than
ideas.

Hmm..

Contemplative Mode = On