anime flash clock
kalender
arsip bulanan
kategori
Blogroll
inspirasi
PJ32
alhamdulillah, sudah
- 15,543 kali situs ini dikunjungi.. Makasih ya.. ^_^
Satu aktivitas dunia maya yang sering saya lakoni adalah berkelana di twitter-land. Saya memilih menggunakan twitter client dibandingkan via web demi alasan kenyamanan. Selama ini saya menggunakan TweetDeck atau DestroyTwitter. Kedua aplikasi ini berbasiskan Adobe Air. Setelah migrasi ke Slackware 14.0, saya baru sadar ternyata Adobe Air tidak lagi mendukung sistem operasi linux. Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan Choqok.
Karena saya belum menemukan paket instalasi untuk Slackware 14.0, maka saya coba untuk membangun paket instalasinya sendiri. Pada saat menjalankan SlackBuild Choqok, ternyata ada dua paket library yang belum terinstall di sistem saya. Kedua paket library itu adalah QJson dan QOAuth. Untuk QOAuth, pada awalnya saya mengalami sedikit kendala, karena pesan yang muncul bahwa library QtOAuth tidak ditemukan. Setelah googling sana-sini, saya simpulkan bahwa sebenarnya yang dicari adalah library QOAuth, bukan QtOAuth.
Ketika library QJson dan QOAuth telah terinstall, maka pembangunan paket Choqok dapat berjalan dengan baik. Berikut capture Choqok yang berjalan di sistem saya:
Kesan awal saya, Choqok berjalan cukup ringan. Choqok “hanya” menggunakan memori sekitar 34 MB, jauh di bawah TweetDeck yang bisa menggunakan lebih dari 100 MB. Fitur konfigurasinya pun cukup lengkap. Hanya saja, tidak ada pengaturan tema (atau mungkin saya yang belum googling lebih jauh
). Tema yang cukup terang kurang nyaman bagi mata saya..
Bagi yang ingin mencoba Choqok di Slackware 14.0, silahkan mengunduh source dan SlackBuild dari paket-paket berikut :
1. Choqok
2. Library QJson
3. Libray QOAuth
Selamat mencoba..
komentar terakhir