anime flash clock
kalender
| S | M | T | W | T | F | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « May | ||||||
| 1 | 2 | |||||
| 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
| 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 |
| 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 |
| 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 |
arsip bulanan
kategori
Blogroll
inspirasi
alhamdulillah, sudah
- 11,758 kali situs ini dikunjungi.. Makasih ya.. ^_^
Bulan April berlalu dengan segudang aktifitas. Dalam rentang satu bulan ini, alhamdulillah 6 buku selesai dilahap. Berikut daftarnya :
1. Seri Dimata – Pribadi Manusia Hatta – Seri 10 – Orang Besar Jiwa Besar
2. Seri Dimata – Pribadi Manusia Hatta – Seri 11 – Rendang di Fransisco
3. Seri Dimata – Pribadi Manusia Hatta – Seri 12 – Jejak Orang Besar
4. “Imlek Tanpa Gus Dur”, karya Lan Fang
5. “Makelar Rezeki“, karya Jamil Azzaini
6. “Cherish Every Moment“, karya Arvan Pradiansyah, edisi revisi
Moga bulan depan bisa lebih produktif.. Aamiin..
If you don’t stand for something you will fall for anything.
~ Malcolm X
Dalam hidup, kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Ketika pilihan itu beropsi banyak, maka proses memilih menjadi lebih rumit, namun secara psikologis akan berdampak lebih ringan. Beda halnya dalam pilihan yang hanya beropsi dua: iya atau tidak, mendukung atau menolak. Walaupun proses memilihnya sederhana, tapi dampaknya jauh lebih besar. Kesimpulan akan terkerucut pada satu hal: kawan atau lawan. Bila pilihan memuaskan, maka kita pun mendapat label “kawan”. Sebaliknya bila tidak memuaskan, maka label “lawan”lah yang melekat di diri kita.
Sahabat, kebanyakan dari kita seringkali sulit menentukan mana pilihan yang terbaik yang seharusnya kita ambil. Sulit bukan karena kita tak mampu memilih, tapi lebih karena kita tak berani menghadapi konsekuensi dari pilihan yang hendak diambil. Pertimbangan kita sering terbiaskan oleh konsekuensi yang terbayang dalam pikiran. Dengan mereka yang posisinya lebih tinggi, misalnya atasan di tempat kerja, perbedaan antara pilihan kita dan mereka akan membuat posisi kita “terancam”. Sedang bila perbedaan itu terjadi dalam level yang setara, bisa jadi kita akan dikucilkan.
Satu bulan telah berlalu, sejak pertama kali mulai mendaftar buku apa yang telah dibaca.
Alhamdulillah bulan Maret berlalu dengan cukup produktif, khususnya dalam aktivitas membaca. Di sela-sela kesibukan, saya berhasil menyelesaikan 7 buah buku. Berikut daftarnya :
1. Seri Dimata – Pribadi Manusia Hatta – Seri 7 – Penyamaran Menjadi Tuan Abdullah
2. Seri Dimata – Pribadi Manusia Hatta – Seri 8 – Antara Peci Di Atas Kursi Panjang
3. Seri Dimata – Pribadi Manusia Hatta – Seri 9 – Pertemuan Tanpa Kata
4. “Notes From Qatar“, karya Muhammad Assad
5. “Notes From Qatar 2“, karya Muhammad Assad
6. “Teologi Kemiskinan”, karya Syaikh Yusuf Al Qaradhawi
7. “Fiqh Prioritas“, karya Syaikh Yusuf Al Qaradhawi
Moga berbekas dalam hati, serta membekas dalam perilaku diri.. Aamiin..
” Janganlah mengenal kebenaran itu berdasarkan individu-individu tertentu. Kenalilah kebenaran itu niscaya engkau akan mengenal pemiliknya.” ~ Ali bin Abi Thalib r.a.
Sahabat, di era tanpa batas saat ini, segala informasi mampu menyebar dengan sangat cepat. Tak kenal ruang, tak kenal waktu. Apa yang terjadi di satu tempat, dalam detik yang bersamaan bisa diketahui bahkan disaksikan di belahan bumi lainnya.
Penyebaran informasi seperti ini tentunya membawa dampak bagi kehidupan kita, baik itu dampak positif maupun negatif. Dari sisi positif, semua manusia dapat menyerap informasi secara merata, sehingga kapasitas dirinya dapat berkembang dengan cepat. Namun beragamnya informasi yang tersebar itu tidak selalu baik untuk diserap, bergantung pada jenis informasi terhadap objek yang menerimanya. Oleh karena itu kita perlu memfilter jenis informasi apa saja yang layak kita konsumsi, serta sejauh mana kita boleh menyerapnya menjadi bagian dari pandangan hidup kita.
komentar terakhir