Posted by: purpleheart | March 15, 2009

Memutar suara Adzan pada Pray Times! di Slackware 12.2

Untuk memutar suara adzan, Pray Times membutuhkan plugin flash player untuk disertakan di dalam firefox. Slackware 12.2 secara default tidak menyertakan plugin ini. Maka kita perlu mendownload sendiri di website resminya, http://get.adobe.com/flashplayer/otherversions/

Mendownload plugin

  1. Buka url tempat mendownload flashplayer tersebut di atas
  2. Pilih “linux” di bagian select operating system, dan “.tar.gz for Linux” di bagian select an installer type
  3. Klik button “Agree and install now”, untuk memulai proses download

Proses Instalasi

  1. Setelah proses download selesai, jalankan terminal, lalu gunakan account “root”
  2. Copy file tadi ke /usr/local/src/. Pidah ke direktori tujuan, lalu ekstrak
    $cp lokasi_file_yang_didownload /usr/local/src
    $cd /usr/local/src
    $tar -xzvf install_flash_player_10_linux.tar.gz
  3. Jalankan file installer
    $cd install_flash_player_10_linux
    $./install_flash_player_10_linux.tar.gz
  4. Ketika proses instalasi berlangsung, kita akan diminta memasukkan path dimana firefox terinstall. Path firefox di Slackware 12.2 secara default adalah /usr/lib/firefox-3.0.4/

Menambahkan file adzan

  1. Download File Adzan di http://tanzil.info/praytime/audio/
  2. Copy file tersebut ke direktori /usr/local/src
    $cp lokasi_file_yang_didownload /usr/local/src
  3. Buka options pada Pray Times!, lalu browse ke /usr/local/src/
  4. Tekan tombol play, untuk mencoba.

Semoga berhasil.. :D

Posted by: purpleheart | March 14, 2009

Pengingat Sholat di Mozilla Firefox, Pray Times!

Bagi anda yang sering browsing (menjelajahi) dunia maya bersama Mozilla Firefox, maka jika tidak ada yang mengingatkan, bisa saja lupa jika waktu sholat telah masuk. Diantara keunggulan Firefox adalah dukungan Add-ons (fungsi tambahan) yang sangat banyak. Salah satunya adalah pengingat sholat.

Salah satu add-ons yang cukup bermanfaat adalah Pray Times!, pengingat sholat untuk Firefox.

pray-times

Pray Times! menggunakan algoritma perhitungan yang mirip (kemungkinan sama) dengan aplikasi pengingat sholat lainnya, seperti Shollu, Azan Times dan lainnya. Sehingga jika sudah pernah menggunakan Shollu, maka terlihat waktunya hampir sama.

Apa saja fitur Pray Times!

  • Berbagai metode perhitungan waktu sholat
  • Informasi waktu menjelang waktu sholat
  • Otomatis menyuarakan azan atau audio lain ketika waktu tiba
  • Mendukung berbagai tempat di belahan dunia
  • Perhitungan lokal ( tidak perlu koneksi internet)
  • Tampilan informasi waktu sholat ketika menggerakkan mouse di area Pray Times!
  • Tidak terbatas Sistem Operasi yang digunakan, asal menggunakan web browser Mozilla Firefox
  • Berbagai opsi (perhitungan) lain yang bisa dimasukkan secara manual
  • Tersedia jadwan waktu sholat bulanan

Cara Installasi

1. Buka alamat URL Pray Times!
2. Klik “Add to Firefox”.

add-to-firefox

3. Dan jika browser yang digunakan adalah Firefox, maka otomatis akan langsung menginstall add-on ini, dengan tampil konfirmasi seperti berikut:

install-plugins

4. Klik saja Install Now. Agar melihat efeknya maka firefox harus di tutup dan dibuka kembali.

Download dan Installasi secara manual

Jika kita tidak ingin langsung menginstall dari brower firefox (mungkin untuk di install di rumah, browser eman, komputer lain dan sebagainya), maka kita dapat download add-on ini secara terpisah.

Download file add-on

1. Gunakan browser selain firefox, misalnya Chrome, IE, Safari, Operas dll.
2. Buka link diatas, Pray Times!
3. Klik saja “Add to Firefox”, maka akan di download file pray_times!-1.1.3-fx.xpi
4. Simpan file ini di komputer.

Installasi add-on secara manual :

1. Buka browser Firefox
2. Pilih menu File > Open File, dan cari file tadi (pray_times!-1.1.3-fx.xpi)
3. Klik Open, maka akan dilanjutkan dengan proses installasi Pray Times!

pray-times-calculations

Di bagian pojok kanan Browser Firefox akan terlihat waktu sholat. Untuk mengatur, silahkan klik kanan dan pilih Options. File azan yang disertakan hanya sample saja, jadi hanya terdengar suara Takbir adzan. Untuk download file-file adzan lainnya, bisa download dari http://tanzil.info/praytime/audio/

Selain dengan Pray Times!, Pengingat Sholat untuk windows bisa menggunakan Shollu, sedangkan untuk handphone (HP) dan gadget lain yang mendukung java, bisa menggunakan Azan Times.

Credit to Mas Ebta Setiawan

Posted by: purpleheart | February 21, 2009

my_home@kupang.id

my_home@kupang.id

Posted by: purpleheart | January 23, 2009

Penting dan Perlu

Teman, kejadian apa pun yang kita alami, mau diakui atau pun tidak, sejatinya membutuhkan penegasan kita sebagai salah satu aktor yang terlibat di dalamnya. Penegasan ini bisa dalam bentuk penerimaan atau penolakan. Saya pribadi meniadakan opsi “abstain”. Selama ini saya meyakini – seperti apa yang pernah diungkapkan dalam sebuah pepatah – bahwa abstain itu adalah setengah dari penolakan. Ketika penegasan tersebut disikapi, saya melihat ada dua dimensi yang mempengaruhinya, yaitu apa yang saya sebut dengan dimensi “penting” dan “perlu”. Dimensi “penting” merujuk kepada sisi urgensitas. Sedangkan dimensi “perlu” lebih merujuk kepada peran atau kapasitas diri terhadap hal yang terjadi.

Dimensi-dimensi tersebut menurut saya mestilah dipertimbangkan matang-matang sebelum kita mengambil tindakan atas penegasan yang telah diambil sebelumnya. Karena tidak semua yang “penting” itu “perlu”. Begitu juga sebaliknya. Banyak orang yang merasa “penting” untuk menyikapi, namun ia berada pada dimensi “tidak perlu”. Tidak sedikit pula orang yang merasa “tidak penting” untuk menyikapi, padahal ia ada dalam dimensi “perlu”. Kondisi terbaik adalah ketika kedua dimensi tersebut bersinergi, artinya hal tersebut memang urgen, dan kita pun memiliki kapasitas diri yang cukup atas kejadian itu.

Bila kita berada pada dimensi “tidak penting” dan “perlu”, kita dapat menyusun strategi agar ketika kelak berada pada dimensi “penting”, kita telah memiliki solusi terbaik. Bila kita berada pada dimensi “penting” dan “tidak perlu”, maka kita hendaknya menemukan pribadi yang berada pada dimensi “perlu” untuk selanjutnya menyampaikan penegasan kita padanya. Lalu bagaimana bila kita berada pada dimensi “tidak penting” dan “tidak perlu”? Bila kita berada pada dimensi ini, hendaknya kita terus berusaha meningkatkan kapasitas diri, seraya menyusun langkah terbaik atas pemecahan masalah yang dihadapi. Sehingga ketika kelak berada pada dimensi “penting” dan “perlu”, kita telah menjadi pribadi yang mumpuni.

Moga bermanfaat..

(Kupang, the second day of the eclipse)

Posted by: purpleheart | January 23, 2009

Prinsip Perkalian

Untuk ke sekian kalinya hal-hal yang terjadi di sekitar kehidupan saya menambah keyakinan diri bahwa prinsip perkalian merupakan salah satu prinsip terpenting dalam hubungan antar manusia. Prinsip yang mungkin sudah kita kenal sejak dari pendidikan dasar kita dulu. Saya yakin kita semua telah menghapalnya di luar kepala, tapi sayangnya sangat sedikit orang yang memahaminya sebagai prinsip dalam hubungan antar manusia. Jauh lebih sedikit lagi yang mampu menerapkannya dalam sisi-sisi kehidupan mereka..

Sungguh prinsip ini merupakan sebuah aturan yang sangat-sangat sederhana. Prinsip ini menyatakan bahwa

1 x 1 = 1
1 x 0 = 0
0 x 1 = 0
0 x 0 = 0

Bila kita mengkorelasikan angka “1″ sebagai “baik”, angka “0″ sebagai “buruk”, kemudian angka yang berada di urutan paling awal sebagai “niat”, angka yang di tengah sebagai “cara”, dan angka di urutan terakhir sebagai “hasil”. Maka akan kita dapat pernyatan berikut ini :

“Niat yang baik, bila dilakukan dengan cara yang baik, akan memberi hasil yang baik pula.
Niat yang baik, bila dilakukan dengan cara yang buruk, akan memberi hasil yang buruk.
Niat yang buruk, bila dilakukan dengan cara yang baik, akan memberi hasil yang buruk.
Apalagi niat yang buruk, bila dilakukan dengan cara yang buruk, tentunya akan menghasilkan cara yang buruk pula.”

Sederhana, bukan?

Di sini saya tidak akan membahas dimensi baik dan buruk. Saya pikir, cukup lah hati kita masing-masing yang akan bertindak sebagai “juri”nya. Moga dapat jadi bahan perenungan bersama..

(Kupang, before midnight, at the first day of the eclipse)

Older Posts »

Categories